Skip to main content

Aksi Nyata 3.1 Pembuatan Konten oleh Siswa untuk Media Sosial

disusun oleh Rindha Julia, S.Pd SMK Farming Pati- CGP Angkatan 4-Kabupaten Pati


A.  Peristiwa (facts)

Latar Belakang

Media sosial kini menjadi bagian dari hampir seluruh lapisan masyarakat di dunia. Saat ini, setiap orang bisa memposting informasi melalui media sosial secara bebas. Seiring berjalannya waktu, penggunaan media sosial turut berkembang menjadi pusat pencarian informasi yang edukatif serta konten-konten hiburan. Melalui media sosial, kita bisa bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru. Untuk itu, saya mengajari murid untuk membuat konten promosi sekolah yang diunggah di media sosial.

Saya mengajari murid aplikasi Canva. Dalam pendampingan 1 hari, murid sudah mahir menggunakan aplikasi canva untuk editing foto dan video. Selain Canva, mereka juga menggunakan aplikasi cap-cut. Mereka bebas memilih spot sekolah yang akan diambil gambar dan videonya. Untuk hasil foto dan video diunggah di media sosial yang merkea miliki seperti whatsapp, facebook, instagram, tik tok dll. Mereka juga menandai media sosial sekolah. Hal itu bisa menjadi school branding yang mampu memperkenalkan sekolah hingga mendunia.

 

Alasan

Alasan saya memilih aksi nyata ini adalah untuk memperluas jaringan, mendapatkan ilmu yang baru, sebagai media promosi sekolah, mampu mengasah kemampuan dan kreativitas siswa serta  mengajari siswa untuk berani mengambil keputusan.

 

 


Hasil Aksi Nyata yang dilakukan







B. Perasaan (feeling)

Perasaan saya sangat senang karena mempunyai pengalaman berbagi ilmu dengan orang lain. Sehingga ilmu yang saya miliki bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya mencoba menanamkan rasa percaya diri dan bangga terhadap hasil karya yang dimiliki. Kemudian mengunggahnya di media sosial. Mereka juga bangga terhadap sekolah tempat belajar.

 

 

C.  Pembelajaran (findings)

Pembelajaran yang saya dapat adalah saya mengetahui potensi istimewa yang dimiliki setiap siswa. Misalkan ada siswa yang belum memahami, mereka belajar dengan teman sejawat (peer learning) . Sehingga siswa memahami bagaimana cara membuat konten menggunakan canva.

Pembelajaran yang saya dapatkan dalam modul ini adalah kita bisa mengambil keputusan dengan mempertimbangkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan solusi yang tepat.

 

 

D.  Penerapan ke depan (future)

Untuk ke depannya, agenda ini akan rutin diadakan setiap seminggu sekali. Hal ini juga menjadi portofolio siswa di bidang seni.  Hasil foto dan video akan diunggah di media sosial milik sekolah secara berkala.

Selain itu saya juga akan memberikan pelatihan secara berkala tentang teknologi dan aplikasi terkini kepada siswa agar kemampuan mereka terasah.
























































































































































Comments

Popular posts from this blog

Aksi Nyata 3.3: PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID-oleh Rindha Julia, S.Pd.-CGP Angkatan 4-Kabupaten Pati

    A.   Peristiwa (Fact) ·       LATAR BELAKANG Hubungan budaya dan kesenian mengacu pada nilai   keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Ada 5 cabang seni budaya yaitu seni sastra, seni musik, seni tari, seni rupa dan seni teater. Murid juga diharuskan untuk berani tampil dalam pagelaran seni untuk memupuk rasa percaya diri. Sehingga acara unjuk potensi murid sangat diharapkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya. Dalam program ini juga mendorong dan mempromosikan kepemimpinan murid yang meliputi suara, pilihan dan kepemilikan murid. Kegiatan yang mempromosikan suara adalah murid mampu mengusulkan tema acara dan desain background. Kegiatan yang mempromosikan pilihan adalah murid bebas memilih seni apa yang akan dipertunjukkan dalam pementasan beserta kostumnya. Kegiatan yang mempromosikan kepemilikan murid adalah mereka mam...

Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.9: Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran (Rindha Julia-CGP Angkatan 4)

  Assalammu’alaikum Sobat Guru, Perkenalkan nama saya Rindha Julia, CGP Angkatan 4 dari Kabupaten Pati. Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis tentang koneksi antar materi modul 3.1 yaitu tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Selamat membaca. 😄 Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Pandangan Ki Hadjar Dewantara dengan Filosofi Pratap Triloka meliputi ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri Handayani, Arti dari ketiga semboyan tersebut adalah di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi/dorongan, di belakang memberi dukungan. Itu merupakan tugas pendidik sebagai pamong murid dalam pembelajaran. Pendidik di depan senantiasa memberi teladan dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Pendidik mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan...